Angka Kemiskinan Jakarta Turun di Bawah Empat Persen
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memaparkan capaian signifikan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di berbagai sektor. Salah satunya yakni penurunan tingkat kemiskinan hingga di bawah empat persen.
"Jakarta sekarang ini secara signifikan mengalami perbaikan,"
Capaian penurunan tingkat kemiskinan ini merupakan bukti kinerja Pemprov DKI dalam mengelola ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini disampaikan Pramono saat memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan gedung Universitas Ciputra Jakarta di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (15/10).
Program Pengentasan Kemiskinan Empat Kelurahan di Jakpus Terus Dioptimalkan"Dari semua aspek yang ada, Jakarta sekarang ini secara signifikan mengalami perbaikan. Bahkan ada satu yang tidak pernah tercapai, yaitu hal yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan. Baru pertama kali ini Jakarta tingkat kemiskinannya di bawah empat persen. Selama ini selalu di atas empat persen," jelas Pramono.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jakarta juga tercatat semakin baik, yang mencapai 5,52 persen. Begitu juga dengan tingkat inflasinya yang merupakan terendah di Jawa-Bali, yakni antara 2,5-2,7 persen.
Meski demikian, Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
"Tetapi ada satu yang selalu menjadi beban bagi Jakarta, yaitu gini ratio. Sekarang ini gini ratio-nya 0,435. Gini ratio adalah perbandingan orang kaya dan miskin," ujar dia.
Karena itu, Gubernur Pramono memprioritaskan tiga program utama yang tidak boleh dikurangi anggarannya, yakni sektor pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial. Melalui penguatan di tiga sektor ini, Pramono meyakini perekonomian Jakarta akan berjalan baik di tengah tekanan ekonomi dunia.
"Maka kenapa di daerah lain dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang mengalami tekanan yang kuat seperti ini, Alhamdulillah Jakarta masih bisa berjalan dengan baik," tandas Pramono.